Deskripsi


Monograf ini menegaskan bahwa integritas keuangan berkelanjutan tidak dapat dibangun hanya melalui penguatan pengendalian fraud atau perluasan pelaporan keberlanjutan secara terpisah, melainkan melalui integrasi keduanya dalam kerangka tata kelola bisnis yang utuh. Dengan memadukan Fraud Hexagon dan akuntansi hijau, buku ini menunjukkan bahwa risiko penyimpangan keuangan, greenwashing, lemahnya akuntabilitas, dan krisis kepercayaan publik berakar pada persoalan yang sama, yaitu rapuhnya budaya integritas, kualitas pengawasan, dan konsistensi tata kelola. Dalam konteks tersebut, keberlanjutan bukan sekadar narasi reputasional, tetapi harus diterjemahkan ke dalam sistem pelaporan, pengendalian internal, kepemimpinan etis, dan mekanisme assurance yang kredibel. Monograf ini juga menegaskan bahwa organisasi modern perlu bergerak dari kepatuhan formal menuju integritas substantif, di mana transparansi, etika, dan tanggung jawab jangka panjang menjadi fondasi utama. Dengan demikian, integrasi fraud prevention dan green accounting merupakan arah strategis untuk membangun kepercayaan, memperkuat legitimasi, dan memastikan keberlanjutan bisnis yang lebih tangguh di era tata kelola modern.
Scroll to Top